Al-Habsyi: Maknai Sumpah Pemuda dengan Ikrar Berantas Korupsi

JAKARTAAboebakarnews -

Anggota Komisi III DPR RI, Aboebakar Al-Habsyi di Jakarta, Minggu, (28/10) menegaskan, sumpah pemuda yang dicetuskan 84 tahun lalu harus dimaknai sesuai konteks kekinian sesuai kondisi bangsa, di antaranya semangat memberantas tindak pidana korupsi di negeri ini yang telah menjamah seluruh lini. ”Semangat sumpah pemuda saat ini, haruslah dimaknai dalam konteks kekinian, untuk memberikan jawaban atas konstribusi pemuda terhadap persoalan bangsa. Sumpah Pemuda harus dimaknai sebagai tekad untuk melawan segala bentuk korupsi atas uang negara,” tandas Al-Habsyi.

Menurutnya, ikrar pemuda saat ini, adalah sebuah semangat integrasi nasional yang menggerus tawuran antar suporter, antar pelajar ataupun antar mahasiswa. Semangat sumpah pemuda harus diisi dengan sebuah semangat untuk melakukan pembangunan nasional dan menumbuhkan berbagai prestasi, demi mewujudkan selogan yang muda yang berkarya.

Al-Habsyi mengungkapkan, dirinya merasa prihatin di hari peringatan Sumpah Pemuda ke-84 ini, beberapa pemuda yang sedang berada pada lingkaran kekuasaan tidak memanfaatkannya untuk mengukir prestasi dan karya, mereka malah terjerembab dalam persoalan korupsi.

Meski demikian, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu kembali menegaskan, tak boleh apatis dengan ramainya pemberitaan beberapa pemuda yang sedang diproses di pengadilan Tipikor tersebut. Pasalnya, masih banyak putera-puteri muda terbaik bangsa yang memiliki integritas tinggi dan siap menyambut estafet kepemimpinan. ”Mereka inilah yang akan membawa harapan bangsa ini menuju cita-cita Indonesia yang mensejahterakan dan berkeadilan sosial,” tandasnya.

Dipaparkan, Sumpah Pemuda yang lahir 84 tahun silam, merupakan bentuk respon generasi muda saat itu terhadap kondisi masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Sumpah Pemuda bukan hanya sekedar menyatakan deklarasi atau ikrar, namun lebih jauh lagi, yakni merupakan refleksi atas eksistensi pemuda dalam perjuangan kemerdekaan.”Sumpah pemuda saat itu merupakan jawaban atas kebutuhan integrasi dalam sebuah negara, identitas  sebuah bangsa, dan kohesi komunikasi dalam sebuah bahasa,” pungkasnya (Sumber : gatra.com)

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: