PKS: Kenapa SBY Beri Grasi kepada 4 Gembong Narkoba

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR, Indra menyesalkan kebijakan Presiden SBY telah memberikan grasi bagi para gembong narkoba. Apapun alasannya seharusnya tidak boleh ada kompromi bagi para bandar atau gembong narkoba.

“Apalagi dalam kasus Deni dan Ola Mahkamah Agung (MA) telah memberikan pertimbangan dan berpendapat bahwa tidak terdapat cukup alasan untuk memberikan grasi kepada mereka dan oleh karena itu mengusulkan agar permohonan grasi itu ditolak,” tegasnya kepada Tribunnews, Jakarta, Jumat (12/10/2012).

Hal tersebut disampaikan Indra mengkritik keputusan SBY mengabulkan pengajuan grasi oleh 2 gembong narkoba Deni Setia Maharwan alias Rapi Mohammed Majid, dan Merika Pranola alias Ola alias Tania.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menegaskan Presiden memili kewenangan dalam memberikan grasi dan rehabilitasi dengan pertimbangan MA. Itu termaktub dalam UUD 1945 pasal 14 ayat 1.

Politisi PKS ini tegaskan, pemberian grasi memang merupakan hak Presiden seperti diatur di dalam UUD 1945 pasal 14 ayat 1. Namun., menurutnya tentunya hak istimewa tersebut harus digunakan secara bijak dan tepat.

“Jadi Saya tidak mengerti, kenapa Presiden mau memberikan grasi kepada gembong dan bandar narkoba. Dari catan saya setidak-tidaknya sudah 4 gembong narkoba yang mendapatkan grasi dari SBY, yakni Corby, Peter, Deni, dan Ola,” ia menyayangkan.

Atas keputusan itu, Indra mendorong Presiden harus memberikan penjelasan kepada masyarakat luas, mengapa grasi tersebut diberikan kepada gembong narkoba.

Karena bagaimana pun, imbuh dia, grasi tersebut tentunya melukai rasa keadilan masyarakat. “Bayangkan saja, narkoba yang daya rusaknya lebih berbahaya daripada korupsi dan terorisme, dan para bandar narkoba tersebut yang jelas-jelas telah merusak jutaan anak bangsa dan generasi penerus bangsa ini diberikan pengampunan (grasi),’ tegasnya.

Selain itu Pemberian grasi kepada narapidana kasus narkoba tersebut, menurutnya merupakan bentuk pengingkaran dan inkonsistensi Presiden SBY atas ucapannya sendiri. Hal itu saat Presiden memberikan sambutan dalam peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional yang diselenggarakan di Istana Negara, pada tahun 2006 silam.

“Saat itu SBY menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan mengampuni narapidana kasus narkoba dan tidak akan memberi toleransi kepada para pembuat dan pengedar narkoba. Namun, kini SBY memberikan grasi kepada 4 narapidana kasus narkoba,” tegas Indra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: