PKS Usulkan Skema Subsidi BBM ‘Dua Harga’

sohibul-iman-1Edi Kurniawan, Berita99

JAKARTA – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M Sohibul Iman menilai rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi awal tahun 2013 bukan tindakan yang tepat. Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Teknologi itupun punya tawaran solusi untuk mengatasi BBM yang semakin langka dan semakin membebani pemerintah. Skema yang ditawarkan adalah skema ‘dua harga’ (dual price).

Jika memang pemerintah ingin menaikkan harga BBM subsidi, Sohibul Iman menyarankan agar pemerintah menggunakan kebijakan “pemilahan” sekaligus “pemihakan” (discriminative and affirmative policy). Dengan kebijakan tersebut akan berlaku dua harga BBM subsidi. “Rp 6.500 per liter untuk mobil pribadi. Sementara kendaraan umum, angkutan pedesaan, kendaraan barang atau usaha kecil menengah, dan motor tetap seharga Rp 4.500 per liter,” jelas Sohibul Iman, Selasa (11/12) do Jakarta.

Sohibul Iman menegaskan bahwa skema itu sudah diajukan oleh PKS kepada Presiden SBY sejak Maret 2012 lalu. Jika skema itu dijalankan, Sohibul Iman menilai mereka yang harus menerima subsidi dipastikan menerima haknya sejak awal. “Sehingga pemerintah tidak perlu memberikan skema kompensasi yang cenderung rumit dan berpotensi terjadi penyimpangan dan politisasi,” ujar dia.

Lebih lanjut, Sohibul Iman mengatakan bahwa skema yang ditawarkan oleh PKS sebenarnya sudah dijalankan oleh pemerintah. Skema itu saat ini sudah diterapkan untuk mobil-mobil pemerintah, BUMN dan kendaraan pertambangan dilarang menggunakan premium. “Pemerintah tinggal memperluas skema ini. Dan skema ini menjadi alternative paling operasional yang sejalan dengan rekomendasi Komite Ekonomi Nasional (KEN) baru-baru ini,” terang dia.

Skema tersebut, tambah Sohibul Iman, akan mendorong perbaikan arah kebijakan subsidi dan pengembangan energy mix serta diversifikasi energi yang semakin sehat dalam jangka menengah, terutama untuk transportasi. Dengan skema harga BBM yang cukup tinggi untuk mobil pribadi, akan “memaksa” mobil pribadi untuk beralih ke BBG atau LGV, sehingga peran Gas sebagai alternatif bahan bakar dapat lebih optimal. Sohibul Iman mencontohkan keberhasilan program konversi minyak tanah ke Gas yang sukses menurunkan konsumsi kerosene secara signifikan. Saat itu harga minyak tanah sangat mahal dan langka, sehingga masyarakat tidak ada pilihan lain selain menggunakan Gas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: